ETIKA

Etika terbagi dalam 2 kelompok yaitu:

Etika umum

Etika yang membahas tentang kondisi – kondisi dasar bagaimana manusia itu bertindak secara etis.etika inilah yang menjadi dasar dan pegangan manusia untuk bertindak dan digunakan sebagai tolak ukur penilaian baik buruknya suatu tindakan.

Etika khusus

Penerapan moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus misalnya olahraga, bisnis dan etika profesi.

Berikut diantaranya

“NO FREE SEX”

Sebagai penganut budaya Timur Indonesia merupakan salah satu negara yang menolak adanya “free sex” terutama dikalangan remaja. Banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari hal tersebut diantaranya banyaknya angka kelahiran tanpa orang tua yang sah, pernikahan diusia belia, pembunuhan, aborsi dll.

Biasanya sanksi yang diberikan oleh masyarakat kepada penganut “free sex” mulai dari pengucilan hingga kurungan penjara apabila telah merugikan orang banyak.

Memiliki Keyakinan dan Kepercayaan

Indonesia merupakan negara demokrasi yang mewajibkan semua warga negara-nya memiliki keyakinan dan kepercayaan. Bahkan hal itu dijelaskan di UUD 1945 pasal 29.

Belum ada sanksi tegas dari pemerintah untuk para penganut atheis. Biasanya bagi warga yang tidak memiliki kepercayaan dan keyakinan (atheis) mereka mendapatkan sanksi sosial dari masyarakat sekitar.

Hormat Ketika Bendera Merah Putih sedang Dikibarkan

Mungkin ini disebut perwujudan rasa hormat kita terhadap para pahlawan yang rela merebut kemerdekaan untuk sebuah bendera yang menjadi lambang negara kita.

Menjawab Salam Ketika Ada yang Mengucapkanya

Selain dianggap tidak sopan, menjawab salam juga diwajibkan karena di dalam hadist Islam dikatakan.

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:

Rasulullah saw. bersabda: “Apabila Ahli Kitab mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah: Wa`alaikum.” (Shahih Muslim No.4024)

Menghormati Orang yang Lebih Tua

Rasulullah SAW bersabda: “Bukan termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi orang muda diantara kami dan tidak menghormati orang yang tua” (HR. At-Tirmidzy, dishahihkan Syeikh Al-Albany).

Mendahulukan Hak Para Pejalan Kaki

Kecelakaan yang terjadi hari Minggu, 22 Januari 2012 di Tugu Tani Jakarta sangat menyita perhatian masyarakat. Kejadian ini menunjukan bahwa pejalan kaki memang belum memperoleh perlindungan memadai. Padahal hak pejalan kaki telah diatur dengan jelas dalam Undang-Undang Lalulintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) No. 22/2009. Di sana dijelaskan pejalan kaki punya hak yang sama dengan pengendara bermotor, sehingga diwajibkan pemerintah daerah setempat menyediakan trotoar untuk pejalan kaki. Dalam) pasal 25 UU ini disebutkan setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi perlengkapan jalan berupa fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki dan penyandang cacat.

Kondisi faktual menunjukan bahwa ketersediaan fasilitas pedestrian yang layak di banyak kota besar di Indonesia, bukan hanya Jakarta, masih sangat minim. Minimnya fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman di suatu kota merupakan cerminan pemerintah kota tersebut belum memahami UU LLAJ dan melindungi pejalan kaki. Sejatinya ketersediaan fasilitas pejalan kaki yang berkualitas akan meningkatkan kerekatan hubungan sosial dan kualitas hidup warga di suatu kota. Sehingga ini akan menjadikan suatu kota yang layak huni. Selain itu, semakin baik kualitas pelayanan angkutan umum, akan semakin banyak pengguna fasilitas pejalan kaki.

Meminta Maaf Ketika Berbuat Salah

Kadang susah banget buat diri kita untuk minta maaf. Ucapan tulus yang semestinya keluar dari dalam hati dikarenakan perasaan bersalah dan karena memang telah berbuat salah mesti ‘dikadalin’ juga.

Dikadalin bukan karena hal yang prinsipal. Karena yang prinsipal itu mudah; buat salah ya minta maaf. Tindakan selanjutnya adalah tidak mengulangi kesalahan tersebut. Tapi, banyak dari kita yang suka memperpanjang argumen dengan pembenaran pada diri sendiri lebih karena ego. Walau dalam hati kecil tau kalau berbuat salah, tetep saja ngeyel bin kekeuh mempertahankan argumen dikarenakan rasa gengsi yang seringkali membuat kepala menjadi besar.

Membuang Sampah Pada Tempatnya

Sangat dibutuhkan partisipasi generasi muda untuk meningkatkan kesadaran masyarakan akan pentingnya membuang smpah pada ditempatnya, jika buang sampah sembarangan maka akan terjadi banyak penyakit dan bencana seperti banjir. membuang sampah pada tempatnya dan mendaur ulang sampah” akan menyelamatkan nyawa bumi kita agar mengurangi polusi”, bagi generasi muda dan tua dimohon kesadarannya akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan mendaur ulang sampah.

Menyeberang Jalan Pada Jembatan Penyebrangan / Zebra Cross

Jembatan penyeberangan dan zebra cross merupakan salah satu fasilitas yang melengkapi tata tertib lalu lintas di negara ini. Tujuan adanya fasilitas ini adalah menjamin tingkat ke ama nan menyeberang yang lebih tinggi para pejalan kali di banding dengan nekat menyeberang di tengah lalu lintas yang padat. Penggunaan jembatan penyeberangan ini juga telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Seperti halnya peraturan perundang-undangan yang lain, pelanggaran terhadap peraturan ini menimbulkan konsekuensi, dimana pejalan kaki yang menyeberang sembarangan bisa ditilang. Namun pada kenyataannya, konsekuensi ini tidak sepenuhnya dijalankan. Terbukti, dengan masih banyak ditemuinya pejalan kaki yang menyeberang di sembarang tempat.

Datang Tepat Waktu

Menurut (kompasforum.com; Januari 2009) Jam “karet” adalah istilah yang sangat akrab di telinga kita. Kebiasaan itu sering membuat pekerjaan terbengkalai. Untuk mengatasinya, cobalah melakukan langkah-langkah ini:

Ketahui apa yang menyebabkan kita sering terlambat
Tentukan prioritas
Cari tahu tujuan dilakukannya sebuah aktivitas dan tetaplah fokus pada tujuan itu
Buat jadwal secara terperinci
Gunakan fungsi alarm atau reminder (pengingat) pada telepon genggam
Siapkan semua yang diperlukan pada malam sebelumnya
Perkirakan waktu yang akan dibutuhkan saat perjalanan
Majukan Jarum jam
Berani katakan “tidak”
Buat daftar tugas harian
Rapikan lingkungan sekitar
Datang lebih awal, tidak hanya tepat waktu
Buatlah semacam grafik atau tabel untuk mengetahui seberapa banyak waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan sebuah aktivitas
Ingatlah bahwa keterlambatan kita memengaruhi kegiatan orang lain
Untuk memotivasi, beri hadiah pada diri sendiri jika selesai menyelesaikan sesuatu tepat waktu
Kalau pekerjaannya terlalu besar, “pecah”lah menjadi bagian-bagian kecil sehingga menyelesaikannya lebih mudah
Berpikir positif

Tidak Bersendawa Ketika Makan

Bersendawa bagi diri sendiri merupakan suatu kelegaan yang luar biasa tetapi bagi orang lain merupakan tindakan yang tidak sopan soalnya ketika bersendawa bukan saja mengeluarkan suara yang mengganggu tetapi juga mengeluarkan bau mulut yang tidak enak terutama ketika kita meyantap makanan berbau tajam. Bayangkan, sebaliknya jika orang lain yg melakukannya didepan anda apakah anda akan merasa nyaman dan tidak terganggu sama sekali?

Jika memang terpaksa bersendawa di meja makan atau tidak dapat ditahan, ambillah serbet dan tutup mulut Anda pada waktu bersendawa, sehingga suaranya tidak terdengar,Yang lebih baik adalah, Anda dapat ke kamar kecil, di tempat tersebut Anda dapat bersendawa.

Menjawab Ketika Ditanya Orang

Penah merasa jengkel ketika kita bertanya tetapi tidak direspon dengan baik oleh lawan yang kita ajak bicara atau malah ga di jawab sama sekali pertanyaan kita. Gimana rasanya? Kesel? Jengkel?

Menjawab pertanyaan itu sebenarnya mudah. Kalau kita tahu jawabannya ya langsung aja kasih tahu tapi kalau kita tidak tahu bilang kalo kita tidak begitu mengerti, saranin dia bertanya ke yang lain. Kita jangan jadi sok tahu.

Menutup Mulut Ketika Menguap / Batuk / Bersin

Mengenai menguap terdapat hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Karenanya apabila salah seorang dari kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka kewajiban atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mentasymitnya (mengucapkan yarhamukallah). Adapun menguap, maka dia tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahan menguap semampunya. Jika dia sampai mengucapkan ‘haaah’, maka setan akan menertawainya.” (HR. Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994)

“Ababila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, “alhamdulillah” sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’ maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).” (HR. Bukhari no. 6224 dan Muslim no. 5033)

Mengucapkan Salam Ketika Masuk Rumah

Dalam QS. An-Nuur : 27-29 :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum minta ijin dan memberikan salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat ijin. Dan jika dikatakan kepadamu : “Kembali (saja)lah”; maka hendaknya kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan”.

Berbicara Dengan Nada yang Sopan

Berbicara adalah kebutuhan kita sebagai manusia. Berbicara merupakan salah satu cara yang efektif bagi kita untuk berkomunikasi. Dengan berbicara kita bisa menyampaikan maksud dan tujuan serta buah pikiran kita dengan cepat.

Komunikasikanlah sesuatu dengan kata-kata yang tepat dan dengan cara yang baik jangan sampai menjadi bumerang bagi diri sendiri sebagaimana ungkapan “Mulutmu harimaumu akan menerkam kepalamu”. Apalagi kalau kata-kata yang diucapkan merupakan ucapan yang tidak benar atau berupa kebohongan dan sampai menimbulkan fitnah karena “Fitnah lebih kejam dari pembunuhan”. Alangkah besar dampak suatu kebohongan yang dituduhkan pada orang lain bahkan lebih buruk dari menghilangkan nyawa sekalipun. Jadi, walau “lidah tak bertulang” tapi pengaruhnya sangat besar pada keharmonisan hubungan antar sesama manusia.

Tidak Memotong Pembicaraan Orang Lain

Kita hendaknya jangan memotong pembicaraan orang lain yang sedang berbicara karena memotong pembicaraan orang lain untuk tujuan apapun tidak dibenarkan sama sekali. Termasuk di dalamnya adalah menginterupsi guru atau dosen yang sedang mengajar dengan sebuah pertanyaan sebelum sang guru / dosen tersebut memberikan waktu khusus untuk bertanya kepadanya.

Tidak Menertawakan Orang yang Memiliki Kekurangan Fisik

Secara logika, dengan menertawakan kekurangan orang lain maka mereka beranggapan diri mereka sempurna. Kesimpulannya mereka menertawakan dan mengeluarkan kata-kata penggambaran kekurangan fisik orang lain untuk semakin mengukuhkan diri sebagai manusia sempurna. Padahal tanpa mereka ucapkan, semua orang juga tau bahwa seseorang itu memang punya kekurangan fisik. Ada juga sebagian orang yang, walau lihat ada kekurangan, mereka ngenggep hal yang wajar.

Permisi Ketika Lewat di Depan Banyak Orang

Ucapan permisi ini biasa kita ucapkan ketika sedang berjalan kaki & melewati orang yang ada disekitar kita. Tapi saat ini, hal tersebut mulai pudar atau bahkan punah secara perlahan tetapi pasti karena sudah banyak kita lihat & denger saat ini, sudah banyak sekali manusia yang ketika berjalan kaki tidak pernah atau enggan mengucapkan kata “ Permisi “ ketika ada orang disekitarnya alias acuh tak acuh. Sungguh ironis sekali, ketika hal sederhana seperti itu saja tidak mampu kita lakukan bagaimana kita bisa membangun negeri ini menjadi negeri yang rukun & damai tanpa ada permusuhan & perselisihan seperti yang terjadi saat ini.

Mungkin bagi anda, mengucapkan Permisi adalah suatu hal yang sudah tidak jamannya lagi seperti jaman Bung Karno atau Pak Soeharto yang terlihat kolot. Tapi dari merekalah kita mengerti tentang sikap & pelajaran moral yang kecil tapi dampak begitu besar terhadap rasa peduli kita terhadap lingkungan disekitar kita. Dan menghindari diri kita menjadi pribadi yang individulisme yang tidak peduli dengan keadaan lingkungan sekitar kita.

Menghargai Hak Orang Lain

Karena secara fitrah, manusia selalu ingin “dihargai”, bukan “menghargai”. Artinya, manusia itu benar-benar egosentris. Dia selalu ingin “difahami”, namun jarang sekali berusaha untuk “memahami”. Akibatnya, berat untuk hormat dan menghargai orang lain.

Dalam Islam, sikap menghargai orang lain merupakan identitas seorang Muslim sejati. Seorang yang mengakui dirinya Muslim, ‘wajib’ mampu menghargai orang lain. Baginda Rasulullah SAW menjelaskan, “Tidak termasuk golongan umatku orang yang tidak menghormati mereka yang lebih tua dan tidak mengasihi mereka yang lebih muda darinya, serta tidak mengetahui hak-hak orang berilmu.” (HR. Ahmad).

Adanya tafsir resmi Mahkamah Konstitusi dalam beberapa putusannya terkait dengan pembatasan HAM di Indonesia telah memberikan kejelasan bahwasanya tidak ada satupun Hak Asasi Manusia di Indonesia yang bersifat mutlak dan tanpa batas. Karena di dalam pasal 28 J ayat 2 telah dijelaskan, yang bemakanakan bahwa HAM di Indonesia muncul ketika berada di tengah-tengah masyarakat demokratis yang di dalamnya penuh dengan nilai-nilai agama, moral, keamanan dan ketertiban umum. Jadi HAM tidak dapat digunakan sebebas-bebasnya menurut kehendak perorangan.

Berkata & Berbuat Jujur

orang lebih suka berkomunikasi lewat SMS atau pesan tertulis lain, ketimbang berbicara langsung maupun lewat telepon. Sebab dengan menulis pesan, mereka dapat mengemukakan hal secara terus terang, tanpa ada tekanan. “Orang lebih suka membahas informasi sensitive melalui pesan tertulis daripada komunikasi suara,” jelas pakar psikologi kognitif Fred Conrad, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut. Saat mengetikkan pesan, tanpa disadari kita tidak melibatkan rasa bersalah yang ada pada saat kita menyampaikan pesan itu secara lisan.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa orang cenderung menjawab secara detil dan jelas pertanyaan melalui pesan tertulis, dibanding secara lisan. ”Kami yakin, orang memberi jawaban dengan lebih tepat dan detil melalui pesan tertulis sebab tidak ada tekanan sebesar saat mereka menjawab secara lisan,” jelas Conrad.

Mengirim pesan tertulis kini sudah menjadi perilaku respon instan yang cukup mendunia, terlebih lagi pengguna ponsel terus bertambah. Bahkan orang lebih merasa efektif berkomunikasi melalui SMS atau pesan tertulis lain daripada melalui komunikasi suara. (ictwatch.com; may 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: